KEDIRI, mediainvestigasimerahputih.online – Media sosial mendadak dihebohkan dengan beredarnya video penemuan situs candi berukuran besar di kawasan Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Dalam video tersebut terlihat struktur batu raksasa, arca kuno hingga makara berukuran jumbo yang memancing rasa penasaran publik.

Banyak warganet mengira penemuan itu merupakan peristiwa baru. Namun setelah ditelusuri, video viral tersebut ternyata merupakan dokumentasi lama saat proses ekskavasi arkeologi dilakukan beberapa tahun lalu.

Meski bukan penemuan baru, keberadaan Situs Adan-Adan memang menyimpan banyak misteri sejarah yang hingga kini masih terus diteliti para arkeolog nasional.

Video Lama Kembali Viral

Juru pelihara Situs Adan-Adan, Ikhwan, menjelaskan bahwa foto dan video yang ramai di media sosial merupakan dokumentasi ekskavasi tahun 2022.

“Itu dokumentasi lama saat penggalian berlangsung,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Meski demikian, kemunculan kembali video tersebut justru membuat masyarakat semakin penasaran terhadap situs purbakala yang disebut-sebut sebagai salah satu kompleks percandian terbesar di Jawa Timur itu.

Diteliti Sejak 2016

Situs Adan-Adan sebenarnya telah menjadi perhatian para peneliti sejak pertama kali ditemukan pada tahun 2016. Sejak saat itu, proses penggalian dan penelitian dilakukan secara bertahap hampir setiap tahun.

Dari hasil penelitian sementara, situs tersebut diduga merupakan kompleks candi bercorak Buddha yang dibangun sekitar abad ke-9 hingga ke-11 Masehi.

Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya berbagai artefak penting seperti kepala arca Buddha dan fragmen stupa di sejumlah titik penggalian.

Diduga Kompleks Buddha Kuno

Temuan struktur bangunan bertingkat serta stupa memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut dahulu menjadi pusat kegiatan keagamaan Buddha berskala besar.

Para arkeolog menemukan pola bangunan khas percandian Buddha kuno yang menunjukkan bahwa kawasan itu kemungkinan memiliki nilai sejarah tinggi pada masa kerajaan di Jawa Timur.

Makara Raksasa Bikin Heboh

Salah satu penemuan paling mencolok di situs tersebut adalah makara atau ornamen tangga candi yang ukurannya sangat besar.

Bahkan ukuran makara itu disebut lebih besar dibandingkan yang terdapat di Candi Borobudur.

Ukuran makara yang tidak biasa itu memunculkan dugaan bahwa bangunan utama candi di Situs Adan-Adan memiliki dimensi sangat besar dan megah.

Beberapa pihak bahkan menyebut makara di lokasi itu termasuk yang terbesar di Asia Tenggara.

Luas Kawasan Diperkirakan Fantastis

Hasil ekskavasi menunjukkan kawasan situs memiliki pola mandala dengan bangunan utama di bagian tengah yang dikelilingi area teras luar.

Dari puluhan titik penggalian yang sudah dilakukan, bangunan inti diperkirakan memiliki ukuran sekitar 21 meter.

Sementara total kawasan situs diperkirakan mencapai sekitar 800 meter per segi, menjadikannya salah satu kompleks percandian terbesar yang pernah ditemukan di wilayah Kediri.

Hingga kini sebagian besar struktur bangunan masih tertimbun tanah dan terus menjadi objek penelitian arkeologi.

Diduga Terkubur Letusan Gunung Kelud

Tim peneliti juga menemukan bagian puncak stupa yang terkubur cukup dalam di bawah lapisan tanah.

Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa kompleks candi pernah mengalami kerusakan besar akibat aktivitas vulkanik Gunung Kelud atau bencana alam besar lainnya pada masa lampau.

Selain itu ditemukan pula sejumlah arca yang belum selesai dipahat, menandakan pembangunan kompleks candi kemungkinan terhenti sebelum rampung sepenuhnya.

Kini, Situs Adan-Adan terus menjadi pusat perhatian masyarakat dan peneliti karena diyakini masih menyimpan banyak misteri sejarah besar yang belum terungkap.