KEDIRI, mediainvestigasimerahputih.online – Fenomena anak putus sekolah akibat tekanan ekonomi keluarga kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kediri. Kondisi memprihatinkan itu terungkap setelah ditemukan seorang remaja di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, terpaksa menghentikan pendidikan karena himpitan ekonomi yang dialami keluarganya.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan kader Tim Penggerak PKK diminta lebih aktif mendampingi masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga 4, yakni kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Sorotan tersebut muncul saat peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Ke-54 PKK Kabupaten Kediri yang digelar di Simpang Lima Gumul, Sabtu.
Dalam kesempatan itu, Mas Dhito mengungkap kisah pilu seorang pelajar bernama Bunga Febriana (16), warga Desa Gadungan, yang harus berhenti sekolah sejak tahun 2025. Keputusan pahit itu diambil lantaran kondisi ekonomi keluarga yang semakin terpuruk.
“Ibunya mengalami stroke, sedangkan ayahnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Bahkan rumah keluarga tersebut sampai dijual demi biaya pengobatan,” ungkapnya.
Diketahui, ibu Bunga bernama Zainul Sarpianik (58) tengah berjuang melawan penyakit stroke. Sementara sang ayah, Suyanto, hanya mengandalkan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Akibat beban biaya pengobatan yang terus meningkat, keluarga itu akhirnya kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka dijual untuk menutup kebutuhan medis.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri mengaku telah melakukan pendataan dan berupaya menghadirkan solusi agar Bunga bisa kembali mengenyam pendidikan melalui bantuan pemerintah daerah.
Mas Dhito menilai keluarga dalam kelompok desil 1-4 masih membutuhkan perhatian ekstra karena sebagian besar hidup dalam keterbatasan dan sangat bergantung pada bantuan sosial pemerintah.
Ia meminta setiap kelompok kerja PKK tidak hanya menjalankan program administratif, namun benar-benar hadir di tengah masyarakat untuk mendeteksi persoalan sosial sejak dini.
Menurutnya, kader PKK memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah menemukan persoalan riil masyarakat di tingkat bawah, mulai dari kemiskinan, stunting, hingga anak putus sekolah akibat tekanan ekonomi.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK desa yang selama ini aktif mendampingi masyarakat dan menjalankan program pemberdayaan keluarga.
Peringatan HKG Ke-54 PKK Kabupaten Kediri juga diramaikan dengan ekspo pemberdayaan ekonomi perempuan serta penyerahan bantuan tali asih dan paket sembako kepada kader PKK yang telah mengabdi selama sedikitnya 15 tahun berturut-turut.

0 Komentar