TULUNGAGUNG,mediainvestigasimerahputih.online — Pemerintah pusat terus mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Jawa Timur. Salah satunya melalui rencana pembangunan jalan tol Kediri–Tulungagung yang menjadi lanjutan dari ruas Tol Kertosono–Kediri.
Proyek ini tercatat memiliki panjang sekitar 44,52 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp10,5 triliun. Berdasarkan perencanaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pembangunan tol tersebut telah masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional.
Penetapan itu merujuk pada Perpres No. 80 Tahun 2019 yang mengatur percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Selingkar Wilis, Jalur Lintas Selatan, serta kawasan Bromo–Tengger–Semeru.
Dengan status tersebut, proyek tol Kediri–Tulungagung dinilai memiliki peran penting dalam mendorong konektivitas antarwilayah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Jawa Timur.
Selain membuka akses transportasi yang lebih cepat dan efisien, kehadiran tol ini juga diproyeksikan mendukung pengembangan Bandara Kediri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Peningkatan konektivitas diharapkan berdampak langsung pada distribusi logistik, mobilitas masyarakat, hingga sektor pariwisata yang selama ini dinilai belum optimal.
Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu wilayah yang terdampak langsung oleh proyek besar ini. Total luas lahan yang dibutuhkan mencapai 1.072.428,78 meter persegi.
Lahan tersebut tersebar di 14 desa yang berada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kauman, Kedungwaru, Tulungagung, dan Karangrejo.
Di Kecamatan Kauman, desa yang terdampak meliputi Batangsaren, Panggungrejo, dan Balerejo. Sementara di Kecamatan Kedungwaru terdapat Desa Simo.
Untuk wilayah Kecamatan Tulungagung, proyek ini akan melintasi Kelurahan Panggungrejo dan Kutoanyar. Sedangkan di Kecamatan Karangrejo, desa yang terdampak antara lain Sukowidodo, Sembon, Sukowiyono, Bungur, Gedangan, Tulungrejo, Punjul, dan Sukodono.
Besarnya skala proyek ini menuntut proses pembebasan lahan yang matang serta koordinasi lintas pihak agar pelaksanaan dapat berjalan lancar tanpa menghambat masyarakat terdampak.
Pemerintah berharap pembangunan tol Kediri–Tulungagung tidak hanya meningkatkan konektivitas wilayah, tetapi juga mampu menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi baru di kawasan selatan Jawa Timur.
red.timinvestigasimerahputih

0 Komentar