Kediri, mediainvestigasimerahputih.online – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kediri menjadi sorotan publik setelah ditemukan ulat dalam salah satu menu makanan yang disajikan kepada siswa SD Negeri Jugo 1.
Temuan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang kemudian diperkuat oleh keterangan dari pihak lembaga swadaya masyarakat (LSM). Berdasarkan hasil penelusuran, makanan tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ploso 3.
Ulat ditemukan pada buah salak yang disajikan kepada siswa, yang diduga dalam kondisi kurang layak konsumsi. Selain itu, persoalan lain turut mencuat, yakni terkait legalitas operasional SPPG Ploso 3.
Diketahui, SPPG tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) maupun Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang merupakan syarat penting dalam penyediaan layanan makanan.
Kepala SPPG Ploso 3, Hafiz Fauzan Vikri, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa temuan ulat hanya terjadi pada satu porsi makanan dan telah ditindaklanjuti.
“Benar ada temuan ulat, namun bukan pada lauk utama, melainkan pada buah salak. Ini menjadi evaluasi bagi kami,” jelasnya.
Pihaknya juga mengaku telah melakukan perbaikan dalam proses seleksi bahan baku guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga.
Terkait perizinan, Hafiz menyebut saat ini pihaknya tengah dalam proses pengurusan dokumen SLHS dan PBG yang diperkirakan selesai dalam waktu satu bulan ke depan.
Kasus ini menjadi perhatian penting bagi pelaksanaan program MBG, khususnya dalam menjaga kualitas makanan serta kelengkapan administrasi guna menjamin keamanan konsumsi bagi siswa.

0 Komentar