Lumajang, mediainvestigasimerahputih.online – Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Sampurno, memilih jalur damai usai menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/4/2026) tersebut mengakibatkan Sampurno mengalami luka di bagian kepala dan bahu kanan. Meski demikian, ia mengaku telah memaafkan para pelaku dan tidak menginginkan proses hukum berlanjut.

“Saya tidak punya dendam, cukup mereka minta maaf kepada keluarga dan guru saya,” ujarnya, Jumat (17/4).

Sampurno bahkan meminta agar para pelaku tidak ditahan. Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan melalui pendekatan religius.

Menurutnya, para pelaku juga memiliki keluarga yang harus dinafkahi, sehingga ia tidak ingin kasus tersebut berdampak panjang terhadap kehidupan mereka.

Menanggapi hal itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyatakan pihaknya membuka peluang penyelesaian melalui restorative justice, sesuai dengan keinginan korban.

Meski demikian, proses hukum tetap berjalan dan pemeriksaan terhadap 10 orang terduga pelaku masih dilakukan.

Polisi menyebut seluruh terduga pelaku saat ini berstatus sebagai saksi, sambil menunggu hasil pendalaman lebih lanjut.