KEDIRI,mediainvestigasimerahputih.online — Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kota Kediri pada Jumat (3/4/2026) petang. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan 13 pohon tumbang di sejumlah titik serta merusak puluhan rumah warga.
Kepala BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengatakan peristiwa terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang melanda hampir seluruh wilayah kota.
“Hujan lebat dan angin kencang menyebabkan banyak pohon tumbang serta merusak atap rumah warga di beberapa lokasi,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Sejumlah titik terdampak tersebar di Kecamatan Mojoroto dan Kecamatan Kota. Di Jalan Raung, Kelurahan Bandar Kidul, pohon berdiameter sekitar 50 sentimeter tumbang hingga menutup total akses jalan dua arah. Pohon tersebut juga merusak lampu lalu lintas dan mengenai kabel listrik yang mengakibatkan aliran listrik ke tiga ruko terputus.
Selain itu, kejadian pohon tumbang juga dilaporkan di Gang Setono, Jalan Sersan Suharmaji, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Urip Sumoharjo. Dampaknya, arus lalu lintas terganggu akibat batang dan dahan pohon yang menutup jalan serta kabel listrik dan optik yang menjuntai.
Di wilayah permukiman, kerusakan cukup banyak terjadi. Di Kelurahan Kaliombo, sekitar 30 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Sementara di Kelurahan Manisrenggo, dua pohon tumbang di area MI Miftahul Falah dan menimpa atap rumah warga.
Kejadian lain terjadi di Jalan Harmoni, di mana pohon trembesi tumbang dan merusak pipa PDAM hingga menyebabkan kebocoran. Adapun di Kelurahan Ngronggo, sebuah dealer mobil dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian kanopi dan kaca atap.
BPBD Kota Kediri langsung menerjunkan dua tim Unit Reaksi Cepat untuk melakukan penanganan awal. Koordinasi juga dilakukan bersama sejumlah instansi terkait seperti dinas lingkungan hidup, PLN, pemadam kebakaran, kepolisian, serta perangkat kelurahan.
Meski sebagian besar titik telah tertangani, beberapa lokasi masih belum dapat dibersihkan karena kondisi berbahaya, seperti adanya kabel listrik aktif dan minimnya pencahayaan.
Menurut Joko, banyaknya titik kejadian serta keterbatasan personel dan peralatan menjadi kendala dalam proses penanganan sehingga harus dilakukan secara bertahap.
Saat ini, kebutuhan mendesak bagi warga terdampak adalah bantuan terpal untuk menutup bagian rumah yang rusak. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Hingga Sabtu (4/4/2026) dini hari, petugas gabungan masih melakukan asesmen dan penanganan di lapangan. Situasi mulai berangsur kondusif, namun warga diminta tetap siaga menghadapi kemungkinan cuaca buruk susulan.
red.timinvestigasimerahputih

0 Komentar