KEDIRI,mediainvestigasimerahputih.online – Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, sebanyak 44 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengantongi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).
Pj Sekretaris Daerah Kota Kediri, Ferry Djatmiko, menyampaikan bahwa dari total 51 SPPG, sebagian besar telah memenuhi standar kelayakan. Sementara sisanya masih dalam proses pemenuhan administrasi dan pemeriksaan.
“Dari tujuh SPPG yang belum, tiga sudah menjalani inspeksi kesehatan lingkungan, tiga lainnya dijadwalkan segera diperiksa, dan satu belum mengajukan,” ujarnya, Selasa.
Ia menegaskan, Pemkot Kediri berkomitmen penuh mendukung program MBG, termasuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Selain itu, berbagai OPD juga terus melakukan pembenahan. Dinas Koperasi dan UMKM telah merancang pelatihan penjamahan makanan yang akan direalisasikan pada 2026. Sementara Dinas Kominfo melakukan pembaruan data penerima MBG secara berkala berbasis data kader di tingkat kelurahan.
Meski begitu, sinkronisasi data antarinstansi masih menjadi perhatian, terutama antara DP3AP2KB dan kader Tim Penggerak Keluarga (TPK).
Dari sisi keamanan pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memastikan bahan makanan yang digunakan aman, setelah pengawasan pada Februari 2026 tidak menemukan kandungan berbahaya.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) juga telah melakukan pemantauan limbah di setiap SPPG. Ke depan, sosialisasi pengelolaan limbah akan digencarkan guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan.
Untuk memperkuat layanan, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan SPPG baru di tiga lokasi, yakni Lirboyo, Singonegaran, dan Tosaren.
Di sisi lain, pengawasan program turut diperketat oleh Badan Gizi Nasional yang bekerja sama dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia guna memastikan tidak ada penyimpangan anggaran.
Koordinator Wilayah BGN Kota Kediri, Ian, juga meluruskan isu yang beredar terkait anggaran MBG.
“Biaya bahan baku per porsi untuk anak-anak Rp8.000 dan dewasa Rp10.000, bukan Rp15.000 seperti yang beredar,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Kediri berharap pelaksanaan Program MBG dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Red.Timinvestigasimerahputih

0 Komentar