KEDIRI, mediainvestigasimerahputih.online – PT Sinergi Gula Nasional (SGN) Manajemen Kerja Sama Operasional (MKSO) Tebu Kebun Dhoho Kediri, Jawa Timur, mengoptimalkan persiapan panen tebu guna menghadapi musim giling 2026 sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.

Senior Executive Vice President Koordinator Manajemen PT SGN KSO Tebu Kebun Dhoho, Febri Ari Marpaung, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan tanaman.

“Kami memastikan kesiapan kebun dalam menyambut musim giling yang segera dimulai. Kondisi tanaman secara umum tumbuh baik,” ujarnya, Minggu (26/04/2026).

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, mulai dari perawatan tanaman yang lebih intensif hingga penerapan sistem kerja terintegrasi berbasis operational excellence.

Pengelolaan kebun juga didukung dengan mekanisasi dan digitalisasi proses, serta penguatan kultur teknis di lapangan.

Dengan langkah tersebut, manajemen optimistis produksi tebu pada musim 2026 akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, kondisi cuaca panas yang terjadi belakangan ini dinilai turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kadar rendemen tebu.

“Cuaca panas berpotensi meningkatkan rendemen, sehingga produksi gula secara keseluruhan juga diharapkan meningkat,” tambahnya.

Saat ini, MKSO Kebun Dhoho mengelola lahan tebu seluas 5.805,59 hektare yang terbagi dalam dua rayon, yakni Rayon Dhoho I di Kecamatan Plosoklaten serta Rayon Dhoho II yang mencakup wilayah Kediri, Tulungagung, dan Blitar.

Sementara itu, General Manager PT SGN KSO Tebu Kebun Dhoho, Juni Yanto, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menyambut musim panen tahun ini.

Ia menjelaskan, kegiatan panen akan diawali dengan program “pethik perdana” pada 30 April 2026, kemudian dilanjutkan panen massal pada 9 Mei 2026.

“Kami telah menyiapkan seluruh kebutuhan teknis dan nonteknis agar proses panen dan giling berjalan lancar,” ujarnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung target pemerintah dalam mencapai swasembada gula nasional sebesar 3,36 juta ton pada 2028.