Kediri, mediainvestigasimerahputih.online – Upaya mengurangi beban sampah di TPA Klotok terus dilakukan Pemerintah Kota Kediri. Salah satunya dengan mendorong warga Kecamatan Mojoroto kembali menggunakan metode tradisional pengelolaan sampah organik, yakni joglangan.
Saat ini, volume sampah yang masuk ke TPA Klotok mencapai sekitar 162 ton per hari, dengan sebagian besar berasal dari limbah rumah tangga.
Camat Mojoroto, Abdul Rahman, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi langkah penting dalam menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA.
“Kalau dari rumah sudah dipilah, beban ke TPA bisa berkurang signifikan,” ujarnya.
Joglangan sendiri merupakan lubang tanah sederhana yang digunakan untuk mengelola sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan daun kering. Sampah tersebut dimasukkan ke dalam lubang dan ditutup tanah agar terurai secara alami.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap memilah sampah dengan benar. Sampah anorganik seperti plastik dan kaca tidak boleh dimasukkan ke dalam joglangan karena tidak dapat terurai dan berpotensi mencemari lingkungan.
Selain itu, kedalaman lubang juga harus diperhatikan agar tidak berdampak pada struktur tanah maupun kualitas air.
Pemerintah kecamatan juga mendorong penguatan bank sampah serta pemanfaatan fasilitas umum sebagai alternatif bagi warga yang tidak memiliki lahan.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana namun efektif dalam mengurangi volume sampah sekaligus menjaga lingkungan.

0 Komentar