JAKARTA,mediainvestigasimerahputih.online – Hari Raya Idul Fitri identik dengan berbagai tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan masyarakat adalah mengenakan pakaian baru saat Lebaran.
Bagi sebagian orang, membeli baju baru menjelang Idul Fitri menjadi simbol kebahagiaan sekaligus cara menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Tradisi ini bahkan sudah dilakukan sejak masa kanak-kanak, baik karena dibelikan orang tua maupun hasil menabung sendiri.
Namun, muncul pertanyaan: apakah memakai pakaian baru saat Lebaran merupakan sebuah keharusan dalam Islam?
Makna Lebaran Bukan pada Baju Baru
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Miftahul Huda, menjelaskan bahwa tujuan utama ibadah puasa di bulan Ramadan adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan seorang Muslim.
Karena itu, makna perayaan Idul Fitri tidak semata-mata terletak pada penampilan lahiriah seperti mengenakan pakaian baru.
Menurutnya, terdapat ungkapan yang menyatakan bahwa kebahagiaan Idul Fitri bukan karena pakaian yang baru, melainkan karena meningkatnya iman dan ketakwaan setelah menjalani ibadah Ramadan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa yang paling penting dari perayaan hari kemenangan adalah perubahan diri menjadi lebih baik.
Dianjurkan Memakai Pakaian Terbaik
Meski tidak wajib membeli pakaian baru, Islam tetap menganjurkan umatnya mengenakan pakaian yang terbaik saat hari raya.
Anjuran ini didasarkan pada sejumlah riwayat hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam mengenakan pakaian terbaik pada hari raya.
Salah satunya diriwayatkan dari sahabat Nabi, Hasan bin Ali, yang menyampaikan bahwa Rasulullah memerintahkan umatnya mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki saat dua hari raya.
Selain itu, sahabat Nabi lainnya, Abdullah bin Umar, juga dikenal selalu mengenakan pakaian terbaiknya ketika merayakan hari raya.
Dari berbagai riwayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa mengenakan pakaian yang bagus saat Lebaran memang dianjurkan. Namun, pakaian tersebut tidak harus baru. Yang terpenting adalah bersih, rapi, dan layak digunakan.
Hindari Sikap Berlebihan
Miftahul Huda juga mengingatkan agar penggunaan pakaian saat Lebaran tidak dilakukan secara berlebihan.
Islam mengajarkan kesederhanaan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam berpakaian. Sikap berlebihan atau boros tidak dianjurkan karena dapat memicu kesombongan.
Dalam ajaran Islam sendiri, perilaku boros bahkan disebut sebagai perbuatan yang tidak disukai karena dapat menjauhkan seseorang dari nilai kesederhanaan.
Dengan demikian, mengenakan pakaian baru saat Lebaran bukanlah kewajiban. Yang lebih penting adalah menjaga kebersihan, memakai pakaian terbaik yang dimiliki, serta merayakan Idul Fitri dengan penuh rasa syukur dan kesederhanaan.
Red//investigasimerahputih

0 Komentar