KEDIRI, mediainvestigasimerahputih.online – Ribuan umat Muslim memadati Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Jumat pagi (20/3/2026) untuk melaksanakan Salat Idul Fitri yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah melalui Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Kediri.

Pelaksanaan salat Id tersebut menandai perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah yang lebih dahulu dilaksanakan oleh sebagian umat Muslim. Ibadah ini digelar sehari lebih awal dibandingkan dengan ketetapan pemerintah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

Meski terdapat perbedaan waktu perayaan, pelaksanaan Salat Id berlangsung tertib, aman, dan khidmat hingga selesai. Sejak pagi hari, jemaah sudah mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian ibadah hingga tausiyah.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kediri, Achmad Khoirudin, mengungkapkan rasa syukur karena pelaksanaan ibadah berjalan lancar. Ia juga menyebut cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Selain di Stadion Brawijaya, PD Muhammadiyah Kota Kediri juga menyelenggarakan Salat Id di sejumlah lokasi lain. Beberapa di antaranya digelar di GOR Jayabaya, Lapangan Burengan, Lapangan Gajah Mada, halaman RSM Ahmad Dahlan, serta Lapangan Mojoroto dan sejumlah titik lainnya di Kota Kediri.

Di lokasi utama, yakni Stadion Brawijaya, jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari 3.500 orang.

Menurut Achmad, perbedaan dalam penentuan awal Syawal merupakan hal yang wajar dan seharusnya tidak menjadi alasan bagi umat untuk berselisih.

“Perbedaan itu saya kira sebuah keniscayaan. Tidak ada alasan bagi kita untuk menjadikannya sebagai penyebab perpecahan atau permusuhan,” ujarnya.

Ia juga menilai antusiasme masyarakat untuk mengikuti Salat Id di Stadion Brawijaya masih sangat tinggi. Hal tersebut menunjukkan semangat ibadah umat yang tetap kuat setelah menjalani bulan suci Ramadan.

Achmad berharap nilai-nilai yang dipelajari selama bulan Ramadan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, kesabaran, empati, dan sikap istiqomah.

“Tujuan puasa adalah agar kita menjadi pribadi yang bertakwa. Bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menumbuhkan nilai kejujuran, kesabaran, empati, dan istiqomah dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.


Red//investigasimerahputih