Kediri, mediainvestigasimerahputih.online – Istilah seperti Baby Boomers, Generasi X, Generasi Y (Millennials), Generasi Z hingga Generasi Alpha sering terdengar dalam berbagai pembahasan sosial, ekonomi, hingga dunia kerja. Istilah tersebut sebenarnya merupakan pengelompokan manusia berdasarkan rentang tahun kelahiran tertentu.
Pengelompokan ini digunakan oleh para peneliti untuk memahami perbedaan karakter, pola pikir, serta kebiasaan tiap kelompok usia. Menurut lembaga riset Beresford Research, secara umum pembagian generasi dapat dijelaskan sebagai berikut:
-
Generasi Z (Gen Z): lahir antara tahun 1997–2012
-
Generasi Y atau Millennials: lahir antara tahun 1981–1996
-
Generasi X (Gen X): lahir antara tahun 1965–1980
-
Baby Boomers: lahir antara tahun 1946–1964
Selain itu, terdapat generasi terbaru yang dikenal dengan Generasi Alpha, yaitu kelompok yang lahir sekitar tahun 2010 hingga sekarang.
Di masyarakat sering berkembang berbagai stereotip terhadap masing-masing generasi. Misalnya, generasi milenial kerap dianggap malas, Gen Z dinilai terlalu bergantung pada ponsel, sementara Baby Boomer sering dicap sulit menerima perubahan.
Namun menurut pakar pengelompokan generasi dari BBC yang dikutip melalui penjelasan ahli generasi Alexis Abramson, perbedaan tahun kelahiran memang dapat memengaruhi pola pikir, nilai, serta perilaku seseorang.
“Kapan Anda lahir memengaruhi sikap, persepsi, nilai yang Anda yakini, serta perilaku Anda,” jelas Abramson.
Karakteristik Tiap Generasi
Berikut gambaran umum karakteristik yang sering dikaitkan dengan masing-masing generasi.
1. Baby Boomers
Istilah Baby Boomer berasal dari fenomena lonjakan kelahiran setelah berakhirnya Perang Dunia II. Nama tersebut digunakan oleh United States Census Bureau untuk menggambarkan generasi yang lahir antara tahun 1946 hingga 1964.
Karakteristik yang sering dikaitkan dengan generasi ini antara lain:
-
Memiliki komitmen tinggi
-
Mandiri
-
Kompetitif
Jumlah kelahiran yang sangat besar pada masa tersebut membuat banyak individu dari generasi ini harus bersaing untuk memperoleh kesempatan dalam pendidikan maupun pekerjaan.
2. Generasi X
Generasi X umumnya didefinisikan sebagai mereka yang lahir antara tahun 1965 hingga 1980. Generasi ini tumbuh pada masa transisi teknologi, ketika perkembangan digital mulai muncul tetapi belum secanggih sekarang.
Karena itu, generasi ini mengalami kehidupan sebelum dan sesudah era digital.
Beberapa karakteristik yang sering melekat pada Gen X antara lain:
-
Kreatif dan banyak akal
-
Logis dalam berpikir
-
Memiliki kemampuan memecahkan masalah
3. Generasi Y atau Millennials
Generasi Millennials merujuk pada mereka yang lahir sekitar tahun 1981 hingga 1996. Generasi ini dikenal sebagai kelompok pertama yang benar-benar tumbuh bersama internet.
Hal tersebut membuat generasi ini sering disebut sebagai digital native, yaitu generasi yang sejak awal telah terbiasa dengan teknologi digital.
Karakteristik yang sering dikaitkan dengan Millennials antara lain:
-
Percaya diri
-
Memiliki rasa ingin tahu tinggi
-
Berani mempertanyakan otoritas
Sikap kritis tersebut terkadang dipandang berbeda oleh generasi yang lebih tua.
4. Generasi Z
Generasi Z adalah kelompok yang lahir setelah generasi milenial. Banyak peneliti menyebut generasi ini dimulai sekitar tahun 1997.
Generasi ini tumbuh di era teknologi yang sangat maju sehingga hampir tidak pernah merasakan kehidupan tanpa internet, smartphone, maupun media sosial.
Menurut psikolog Amerika Jean Twenge, Gen Z juga sering disebut iGen karena kedekatan mereka dengan dunia digital.
Beberapa karakteristik yang sering dilekatkan pada Gen Z yaitu:
-
Ambisius
-
Sangat akrab dengan teknologi
-
Percaya diri
5. Generasi Alpha
Generasi terbaru disebut Generasi Alpha, istilah yang diperkenalkan oleh peneliti sosial Mark McCrindle.
Generasi ini mencakup mereka yang lahir mulai sekitar tahun 2010 hingga sekarang. Anak-anak dalam generasi ini diperkirakan akan menjadi generasi yang paling dekat dengan teknologi digital dibanding generasi sebelumnya.
Selain itu, mereka diprediksi tumbuh dalam masyarakat yang semakin terbuka dan beragam.
Karakter Generasi Tidak Selalu Sama
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa karakteristik generasi hanyalah gambaran umum. Setiap individu tetap memiliki sifat, pengalaman, dan latar belakang yang berbeda.
Menurut Abramson, mempelajari karakteristik generasi bukan untuk memberi label, tetapi untuk membantu masyarakat memahami cara berkomunikasi, bekerja sama, dan berinteraksi dengan kelompok usia yang berbeda.
Dengan memahami perbedaan generasi tersebut, masyarakat dapat lebih mudah menyesuaikan cara berinteraksi dengan orang yang memiliki latar belakang usia yang berbeda.
Red//TimMIMP

0 Komentar