TULUNGAGUNG, mediainvestigasimerahputih.online - Informasi mengenai dugaan aktivitas sabung ayam yang diduga disertai taruhan kembali mencuat di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung.

Bukan hanya satu titik. Informasi yang diterima redaksi menyebut sedikitnya lima wilayah yang disebut berkaitan dengan aktivitas kalangan sabung ayam, yakni Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru, Desa Bono Kecamatan Boyolangu, Desa Padangan Kecamatan Ngantru, Desa Sodo Kecamatan Pakel, dan Desa Bulusari Kecamatan Kedungwaru.

Yang membuat informasi ini semakin serius, redaksi juga menerima keterangan yang mengaitkan nama “Dedy” dengan salah satu lokasi. Dedy disebut-sebut sebagai pihak yang memiliki hubungan dengan lokasi tersebut dan disebut sebagai anggota kepolisian.

Benarkah demikian?

Pertanyaan tersebut belum bisa dijawab hanya berdasarkan informasi masyarakat. Namun karena menyangkut nama aparat penegak hukum, informasi itu layak mendapatkan klarifikasi resmi dan terbuka.

BUKAN SEKADAR ISU: SALAH SATU LOKASI TERDOKUMENTASI

Redaksi menerima dokumentasi video yang memperlihatkan sebuah lokasi yang pada penanda GPS tercantum:“Kalangan Sabung Ayam Bulusari, Mulyosari, Bulusari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.”Rekaman tersebut memiliki penanda waktu 27 September 2026 sekitar pukul 15.26 WIB.Dalam video tampak sejumlah orang berada di area yang menyerupai lokasi kalangan.Dokumentasi ini menjadi salah satu bahan investigasi redaksi.Namun, redaksi tidak serta-merta menyimpulkan bahwa setiap orang yang terlihat dalam video merupakan penjudi atau bahwa aktivitas perjudian sedang berlangsung. Fungsi dokumentasi tersebut adalah sebagai petunjuk awal yang masih membutuhkan verifikasi lapangan dan konfirmasi pihak berwenang.

NGUJANG, BONO, PADANGAN, SODO HINGGA BULUSARI

Selain Bulusari, nama sejumlah wilayah lain juga muncul dalam informasi yang dihimpun redaksi.Ngujang, Kecamatan Kedungwaru disebut dalam informasi masyarakat sebagai salah satu wilayah yang pernah dikaitkan dengan aktivitas sabung ayam.Bono, Kecamatan Boyolangu juga disebut dalam informasi yang diterima redaksi.Kemudian Padangan, Kecamatan Ngantru, yang memiliki catatan penanganan aparat terkait dugaan sabung ayam.Pada 25 Mei 2026, Polsek Ngantru Polres Tulungagung menindaklanjuti pengaduan masyarakat mengenai dugaan aktivitas judi sabung ayam di Dusun Penjalinan, Desa Bendosari. Saat petugas datang, perjudian maupun sabung ayam tidak ditemukan sedang berlangsung. Namun polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga akan digunakan untuk kegiatan tersebut, antara lain jam dinding, kurungan ayam, seekor ayam dan kiso ayam.Sementara Desa Sodo Kecamatan Pakel juga masuk dalam informasi yang sedang ditelusuri redaksi.Apakah kelima titik tersebut benar-benar mempunyai keterkaitan satu sama lain?Belum ada bukti resmi yang cukup untuk menyimpulkan demikian.Justru pertanyaan itulah yang kini perlu dijawab.

NAMA DEDY MUNCUL: POLISI ATAU BUKAN?

Bagian paling sensitif dari informasi ini adalah munculnya nama Dedy.Informasi yang diterima redaksi menyebut Dedy sebagai sosok yang diduga mempunyai hubungan dengan salah satu lokasi kalangan dan disebut sebagai anggota polisi.Apabila informasi tersebut benar, publik tentu mempunyai pertanyaan yang sangat sederhana:

Siapa sebenarnya Dedy?

Apakah benar anggota Polri?

Bertugas di kesatuan mana?

Apakah benar mempunyai hubungan dengan lokasi yang disebut?

Apakah hubungan tersebut sebatas kepemilikan tanah atau tempat, atau ada kaitan dengan aktivitas sabung ayam?

Dan apabila benar terdapat aktivitas perjudian, apakah pernah dilakukan pemeriksaan oleh aparat?

Semua pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban resmi, bukan asumsi.

JIKA BENAR ADA OKNUM, INI BUKAN SOAL SABUNG AYAM SEMATA

Dugaan perjudian pada dasarnya merupakan persoalan penegakan hukum.Tetapi apabila kemudian ditemukan fakta bahwa seorang anggota kepolisian benar-benar mempunyai hubungan dengan aktivitas perjudian, persoalannya tentu berkembang menjadi persoalan yang menyangkut integritas institusi penegak hukum.Karena itu, redaksi tidak ingin membuat kesimpulan sebelum ada pemeriksaan.Justru konfirmasi dari institusi kepolisian menjadi sangat penting untuk memastikan apakah nama yang disebut masyarakat benar merupakan anggota Polri dan apakah terdapat hubungan dengan lokasi yang dimaksud.

PERTANYAAN REDAKSI UNTUK POLRES TULUNGAGUNG

Redaksi meminta penjelasan kepada pihak berwenang mengenai beberapa hal:

  1. Apakah Polres Tulungagung mengetahui informasi mengenai sejumlah kalangan sabung ayam di Ngujang, Bono, Padangan, Sodo dan Bulusari?
  2. Apakah sudah pernah dilakukan pengecekan atau patroli pada lokasi-lokasi tersebut?
  3. Apakah terdapat laporan masyarakat mengenai dugaan perjudian di lokasi tersebut?
  4. Apakah nama Dedy yang disebut masyarakat merupakan anggota Polri?
  5. Jika benar anggota Polri, apakah yang bersangkutan mempunyai hubungan dengan lokasi yang disebut?
  6. Apakah pernah dilakukan pemeriksaan internal apabila terdapat informasi mengenai keterlibatan anggota dalam aktivitas perjudian?
  7. Bagaimana langkah Polres Tulungagung apabila ditemukan perjudian sabung ayam benar-benar berlangsung?

Pertanyaan tersebut penting karena masyarakat membutuhkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

REDAKSI TIDAK MENUDUH, TETAPI JUGA TIDAK AKAN DIAM

Laporan ini bukan vonis.Nama seseorang tidak boleh dijadikan tersangka hanya karena disebut dalam informasi masyarakat.Namun sebaliknya, informasi yang menyangkut dugaan perjudian dan dugaan keterlibatan aparat juga tidak seharusnya dibiarkan tanpa klarifikasi.Redaksi memilih melakukan penelusuran berdasarkan dokumentasi, informasi masyarakat, serta keterangan resmi yang dapat diverifikasi.Untuk itu, hak jawab dan klarifikasi terbuka bagi pihak yang namanya disebut, termasuk Dedy apabila memang terdapat kekeliruan identitas atau informasi.Demikian pula Polres Tulungagung dan jajaran Polsek terkait dipersilakan memberikan penjelasan mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.

Satu hal yang kini menjadi pertanyaan utama:

Apakah lima titik yang disebut masyarakat tersebut benar-benar merupakan jaringan kalangan sabung ayam yang aktif, atau hanya lokasi yang kebetulan digunakan untuk kegiatan lain? Dan siapa sebenarnya pihak yang bertanggung jawab apabila dugaan perjudian tersebut terbukti?

Jawaban atas pertanyaan tersebut membutuhkan pembuktian di lapangan, bukan sekadar kabar dari mulut ke mulut.