WASHINGTON,mediainvestigasimerahputih.online – Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk kembali bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un belum mendapat respons positif dari Pyongyang. Trump menyatakan keinginannya menggelar pertemuan dengan Kim sebelum akhir 2026, tetapi Korea Utara memberi sinyal bahwa dialog baru tidak akan berlangsung tanpa perubahan sikap Washington.
Trump sebelumnya telah mengambil langkah yang dinilai dapat membuka ruang komunikasi. Amerika Serikat mempersingkat dan mengurangi skala latihan militer bersama Korea Selatan, yang selama ini menjadi salah satu hal yang dipermasalahkan Korea Utara.
Meski hubungan pribadi Trump dan Kim pernah terlihat dekat dalam pertemuan sebelumnya, Pyongyang menegaskan bahwa hubungan personal tidak otomatis membuat Korea Utara mengubah kepentingan strategisnya. Korea Utara masih menilai kebijakan Washington sebagai persoalan utama yang harus diselesaikan sebelum pembicaraan baru dapat berjalan.
Salah satu tuntutan yang menjadi hambatan adalah keinginan Pyongyang agar Amerika Serikat mengubah kebijakan yang dianggap bermusuhan. Korea Utara juga menginginkan pengakuan terhadap posisi nuklirnya, atau setidaknya perubahan terhadap tuntutan Washington mengenai denuklirisasi. Bagi Amerika Serikat, persoalan ini menjadi titik sulit karena pemerintah tetap menyatakan komitmen terhadap denuklirisasi Korea Utara.
Trump sendiri mengatakan dirinya berharap dapat bertemu Kim tahun ini. Pertemuan tersebut berpotensi berlangsung ketika Trump melakukan perjalanan ke kawasan Asia, termasuk dalam rangka agenda KTT APEC di Shenzhen, China, pada November mendatang. Namun, hingga kini belum ada kepastian bahwa pertemuan tersebut benar-benar akan terlaksana.
Korea Utara juga menunjukkan bahwa mereka tidak berada dalam posisi terburu-buru untuk menerima tawaran Washington. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa Pyongyang kemungkinan ingin memperoleh konsesi lebih besar sebelum membuka kembali diplomasi tingkat tinggi dengan Amerika Serikat.
Trump dan Kim sebelumnya telah bertemu dalam rangkaian pertemuan pada 2018 dan 2019. Upaya diplomasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan mengenai program nuklir Korea Utara dan akhirnya mengalami kebuntuan.
Kini, rencana pertemuan baru kembali membuka babak diplomasi antara Washington dan Pyongyang. Namun, perbedaan kepentingan yang cukup besar membuat jalan menuju meja perundingan masih penuh tantangan.
Catatan Redaksi: Berita ini dikemas ulang oleh Redaksi Media Investigasi Merah Putih berdasarkan informasi dari pemberitaan CNBC Indonesia serta perkembangan informasi terkait yang dihimpun dari sumber pemberitaan internasional. Redaksi menyusun kembali judul, struktur, sudut penyajian, dan narasi dengan gaya penulisan sendiri tanpa mengubah pokok informasi dan fakta utama.

0 Komentar