KABUPATEN KEDIRI,mediainvestigasimerahputih.online – Pemerintah Kabupaten Kediri mulai menjajaki kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk mendorong peningkatan nilai ekonomi berbagai hasil pertanian daerah.

Kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan teknologi pascapanen, pengembangan produk olahan, hingga upaya menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan komoditas pertanian. Langkah ini dinilai penting agar hasil panen tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Kabupaten Kediri memiliki sejumlah komoditas unggulan, seperti padi, jagung, nanas, cabai, dan mangga podang. Namun, sebagian hasil pertanian masih menghadapi persoalan fluktuasi harga serta ketergantungan terhadap musim. Salah satu contohnya adalah cabai yang berpotensi mengalami penurunan harga ketika produksi melimpah.

Pemkab Kediri menilai pengembangan industri pengolahan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan nilai jual komoditas sekaligus memberikan peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Kolaborasi dengan UGM nantinya dapat mencakup pendampingan serta transfer teknologi melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa di lapangan. Teknologi pengolahan juga diharapkan mampu membantu memperpanjang daya simpan bahan baku dan membuka kemungkinan pengaturan produksi sejumlah komoditas agar tidak sepenuhnya bergantung pada musim.

Penguatan sektor pertanian menjadi perhatian penting bagi Kabupaten Kediri mengingat sebagian besar masyarakatnya memiliki latar belakang sebagai petani. Pemerintah daerah berharap kerja sama tersebut dapat menghasilkan pola pengolahan yang lebih efektif dan memberikan manfaat langsung bagi petani maupun pelaku usaha.

Selain meningkatkan kesejahteraan petani, pengembangan produk pertanian juga dipandang strategis untuk memperkuat potensi ekonomi daerah, termasuk dalam menghadapi peluang pengembangan konektivitas melalui Bandara Dhoho Kediri.

Kerja sama Pemkab Kediri dan UGM ini masih berada pada tahap penjajakan. Kedua pihak selanjutnya akan mengidentifikasi bidang yang paling sesuai dengan kebutuhan daerah serta kompetensi teknologi yang dimiliki perguruan tinggi.