KOTA KEDIRI,mediainvestigasimerahputih.online – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Kediri mengalami deflasi secara bulanan pada Juli 2026. Kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan rata-rata harga sejumlah komoditas yang berpengaruh terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK), terutama dari kelompok bahan pangan.
Penurunan harga beberapa komoditas hortikultura menjadi faktor yang mendorong terjadinya deflasi. Di sisi lain, sejumlah barang dan jasa masih mengalami kenaikan harga sehingga tetap memberikan tekanan terhadap laju inflasi. Dinamika tersebut menggambarkan bahwa pergerakan harga di Kota Kediri masih dipengaruhi oleh kondisi pasokan, distribusi, serta permintaan masyarakat.
Meski mengalami deflasi secara bulanan, tingkat inflasi tahunan Kota Kediri masih berada dalam kisaran yang terkendali. Pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga, terutama menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat pada Agustus yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain melakukan pemantauan harga secara berkala, pemerintah juga berupaya menjaga kelancaran distribusi bahan pokok serta memastikan ketersediaan pasokan di pasar. Langkah tersebut diharapkan mampu mengendalikan gejolak harga sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan aktivitas perekonomian daerah dapat berjalan dengan baik.
Ke depan, berbagai faktor seperti kondisi cuaca, perubahan harga energi, hingga meningkatnya kebutuhan masyarakat diperkirakan masih akan memengaruhi perkembangan inflasi. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Berita ini disusun berdasarkan pokok informasi dari pemberitaan Duta.co dan informasi resmi Pemerintah Kota Kediri, kemudian dikembangkan oleh Redaksi Media Investigasi Merah Putih dengan penyusunan, sudut pandang, dan narasi jurnalistik yang berbeda.

0 Komentar