MANGGARAI,mediainvestigasimerahputih.online – Seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah komentarnya di media sosial mengenai pasien peserta BPJS Kesehatan menjadi sorotan publik. Permintaan maaf tersebut disampaikan menyusul kritik luas dari masyarakat yang menilai komentar tersebut tidak mencerminkan empati seorang tenaga kesehatan.
Dokter yang bersangkutan mengaku menyesali pernyataannya dan turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga pasien. Ia juga menyatakan siap bertanggung jawab atas konsekuensi yang timbul, baik melalui mekanisme etik profesi maupun proses hukum apabila diperlukan.
Pihak RSUD Ruteng menjelaskan bahwa komentar yang menjadi polemik tersebut merupakan unggahan pribadi di media sosial dan tidak mewakili sikap maupun kebijakan rumah sakit. Meski demikian, peristiwa ini menjadi perhatian karena dinilai dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Kasus ini memicu kembali pembahasan mengenai pentingnya etika komunikasi bagi tenaga kesehatan, terutama dalam penggunaan media sosial. Berbagai kalangan menilai bahwa profesionalisme tenaga medis tidak hanya tercermin dalam pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga dalam penyampaian pendapat di ruang publik agar tetap menjunjung nilai kemanusiaan, empati, dan penghormatan terhadap pasien.
Peristiwa tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh tenaga kesehatan untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di media sosial. Selain menjaga etika profesi, komunikasi yang santun dan berempati dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan nasional.
Berita ini disusun berdasarkan pokok informasi dari pemberitaan DetikNews dan DetikBali, kemudian dikembangkan oleh Redaksi Media Investigasi Merah Putih dengan penyusunan, sudut pandang, dan narasi jurnalistik yang berbeda tanpa menyalin isi berita sumber secara utuh.

0 Komentar