KEDIRI,mediainvestigasimerahputih.online – Semarak Parade Drumband Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Kediri dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya menghadirkan dentuman musik dan atraksi barisan.

Di antara puluhan kontingen yang tampil, sosok dua gita patih cilik, Mahira Azkia Firdausi Nuzulia dan Vanessa Safiya Aurora, menjadi gambaran bagaimana kegiatan seni dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk membangun keberanian dan jiwa kepemimpinan.

Keduanya tampil di bagian depan barisan dengan tugas mengatur gerakan dan menjaga kekompakan kontingen masing-masing. Penampilan tersebut dilakukan di hadapan masyarakat yang memadati jalur parade.

Parade Drumband MI tersebut diikuti puluhan kontingen dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kediri. Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan sekaligus wadah bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang seni dan kreativitas.

Mahira Bawa Pengalaman Kompetisi

Mahira Azkia Firdausi Nuzulia, siswi kelas V MI Raden Fatah Selorejo, Kecamatan Ringinrejo, bukan kali pertama tampil dalam kegiatan drumband.

Pengalaman mengikuti kompetisi sebelumnya menjadi bekal tersendiri ketika ia dipercaya memimpin barisan dalam parade tingkat kabupaten.

Bersama timnya, Mahira menjalani latihan rutin sebelum tampil. Dalam parade tersebut, kontingennya membawakan lagu bertema kasih sayang, di antaranya “Bunda” dan “Kasih Ibu”.

Latihan yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian penting dalam mempersiapkan penampilan. Bagi anak seusianya, keberanian tampil di ruang publik sekaligus menjalankan tugas sebagai pemimpin barisan menjadi pengalaman yang tidak sederhana.

Vanessa Tempuh Persiapan Fisik dan Mental

Sementara itu, Vanessa Safiya Aurora dipercaya memimpin kontingen drumband Nurisanda dari MI Baitul Hikmah.

Persiapan Vanessa bersama tim dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Selain latihan teknik dan gerakan, mereka juga menjalani persiapan fisik serta mental.

Vanessa memimpin penampilan dengan penuh energi. Kontingennya membawakan tiga lagu, yakni “Bunga Berguna”, “Stecu-Stecu” dan “DJ Trompet”.

Bagi Vanessa, mengikuti parade bukan sekadar kesempatan tampil di depan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran untuk menambah wawasan sekaligus membangun rasa percaya diri.

Ketika Drumband Menjadi Sekolah Karakter

Di balik suara drum dan gerakan yang terlihat meriah, terdapat proses pendidikan karakter yang berlangsung selama latihan.

Seorang gita patih dituntut mampu menjaga konsentrasi, memahami aba-aba, menguasai gerakan, serta memastikan barisan tetap berjalan secara teratur.

Hal tersebut secara tidak langsung melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Anak-anak juga belajar bahwa keberhasilan sebuah kelompok tidak hanya bergantung pada satu orang, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh anggota.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, H. Achmad Fa’iz, menilai kegiatan drumband memiliki nilai lebih dari sekadar pertunjukan musik. Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk membentuk kedisiplinan, kepemimpinan dan mental pantang menyerah sejak usia dini.

Kreativitas Anak Madrasah Mendapat Ruang

Parade tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan madrasah tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas.

Ruang kreativitas seperti drumband memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan nonakademik.

Anak-anak belajar tampil di hadapan publik, bekerja dalam kelompok dan menghadapi tekanan ketika harus tampil sesuai hasil latihan.

Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal penting bagi perkembangan mereka di masa mendatang.

Kemerdekaan dalam Semangat Generasi Muda

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya tidak hanya menjadi seremoni. Di tangan para pelajar, momentum tersebut berubah menjadi panggung untuk menunjukkan kreativitas dan keberanian.

Mahira dan Vanessa hanyalah dua dari banyak peserta yang mengambil bagian dalam parade. Namun, penampilan keduanya menunjukkan bahwa keberanian memimpin dapat mulai tumbuh sejak bangku sekolah dasar.

Dari barisan depan parade, para gita patih cilik tersebut membawa pesan sederhana: kepemimpinan tidak selalu dimulai dari ruang yang besar. Ia dapat tumbuh dari latihan, kedisiplinan, keberanian tampil, dan kemauan untuk bertanggung jawab terhadap kelompok.

Sumber informasi awal: ArahJatim.com.

Catatan Redaksi: Berita ini dikembangkan kembali oleh Media Investigasi Merah Putih berdasarkan informasi awal yang diberitakan ArahJatim.com mengenai penampilan Mahira Azkia Firdausi Nuzulia dan Vanessa Safiya Aurora dalam Parade Drumband MI se-Kabupaten Kediri. Redaksi melakukan pengembangan pada judul, struktur, sudut pandang, narasi, dan konteks pemberitaan. Artikel ini bukan salinan atau copy-paste dari berita sumber.

MEDIA INVESTIGASI MERAH PUTIH