KEDIRI,mediainvestigasimerahputih.online – Di tengah citra polisi yang identik dengan penegakan hukum dan menjaga keamanan, sosok Aipda Firman Wahyu Tama menghadirkan warna berbeda. Anggota Polres Kediri Kota ini memilih menjadikan halaman dan teras rumahnya sebagai ruang pengabdian bagi masyarakat melalui penguatan spiritual sekaligus pemberdayaan ekonomi warga.

Selama beberapa tahun terakhir, Aipda Firman secara konsisten membuka ruang pengajian yang mempertemukan berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya membahas nilai-nilai keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bertukar gagasan, membangun jejaring sosial, hingga membahas peluang usaha bagi pelaku UMKM.

Bagi Firman, pembangunan masyarakat tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan. Menurutnya, ketahanan sosial juga harus dibangun melalui penguatan moral, kebersamaan, dan kemandirian ekonomi. Karena itu, forum yang digelarnya sering kali menghadirkan diskusi ringan mengenai kewirausahaan, pemasaran produk, hingga pengembangan usaha mikro.

Perjalanan Firman di dunia pemberdayaan UMKM bukanlah hal baru. Ia dikenal aktif mendampingi pelaku usaha kecil, memberikan motivasi bisnis, hingga membantu mereka memahami pola pengembangan usaha yang lebih terarah. Bahkan sejumlah warga yang sebelumnya bekerja serabutan maupun pengamen disebut berhasil beralih menjadi pelaku usaha mandiri setelah mendapatkan pendampingan.

Tak berhenti pada pembinaan, Firman juga mendorong terbentuknya lingkungan yang saling mendukung antar pelaku usaha. Melalui jejaring yang dibangunnya, para pelaku UMKM dapat saling bertukar pengalaman, memperluas pasar, hingga meningkatkan kualitas produknya. Beberapa produk binaan bahkan disebut mampu menembus pasar yang lebih luas.

Langkah yang dilakukan Aipda Firman menjadi contoh bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Di luar tugas kedinasan, ia menunjukkan bahwa kedekatan dengan warga, kepedulian sosial, dan semangat berbagi ilmu mampu menjadi jembatan lahirnya perubahan positif di tengah masyarakat.

Di saat banyak orang menunggu perubahan datang dari atas, Firman memilih memulainya dari rumah sendiri. Dari ruang sederhana itulah lahir ikhtiar membangun masyarakat yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu berdiri kokoh secara ekonomi.